Di wilayah kecamatan Depok Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Sabtu, 06 April 2019 diberitakan, telah terjadi peristiwa intoleransi dalam kehidupan beragama. Berita terjadinya pencabutan dan pembakaran Salib di Pemakaman Bethesda tersebut sebagaimana diwartakan oleh salah satu media online.
Tentunya, kejadian terduga intoleransi ini mengusik ketenangan dan ketenteraman warga masyarakat setempat khususnya dan masyarakat Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya.
Pimpinan Kecamatan Depok pun mengambil langkah cepat. Camat Depok, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., melalui FORKORPIMCAM (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Depok pada Minggu, 07 April 2019 langsung menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Sleman beserta Pemerintah Desa setempat dan Instansi/Lembaga terakait guna mengidentifikasi dan mencarikan solusi terbaik.
FORKORPIMCAM Depok bersama FKUB Kabupaten Sleman pun menyepakati: (1) Perlu dilakukan segera investigasi lapangan guna mengetahui kronologi kejadian dan duduk permasalahannya. (2) Mencarikan solusi yang tepat dan terbaik dalam menjaga kondusifitas kerukunan umat beragama di wilayah setempat.
Setelah melakukan investigasi lapangan, FORFKORPIMCAM Depok menyepakati dan menyimpulkan: Pertama, Bahwa kejadian pembakaran dan pencabutan Salib di makam Bethesda adalah tidak benar.
Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata kasus tersebut adalah murni pengrusakan makam. Tidak ada unsur SARA. Kedua, bahwa berdasarkan olah TKP dan pengumpulan informasi, kejadian tersebut kemungkinan besar dilakukan oleh oknum gelandangan/orang gila.
Ketiga, Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Keempat, Akan dilaksanakan kerja bakti secara bersama dan serentak untuk membersihkan Makam Bethesda besok pada Rabu, 10 April 2019 pukul 10:00 WIB oleh berbagai unsur masyarakat.
Kerja bakti antara lain dilaksanakan oleh unsur Polisi, TNI, LINMAS, Forum Kerukunan Umat Beragama, Ahli Waris, dan kelompok masyarakat lainnya sebagai bentuk solidaritas masyarakat Yogyakarta.
Kelima, Seluruh masyarakat diharapkan selalu dan tetap menjaga kondusifitas lingkungan masyarakat masing-masing.
Diharapkan seluruh elemen masyarakat selalu mewujudkan semboyan mulia, Caturtunggal harus kondusif, Depok harus aman, Sleman harus nyaman, Yogyakarta harus harmonis, dan Indonesia tetap bersatu.
Demikian, hasil Rapat Koordinasi FORKORPIMCAM dengan FKUB.
Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Depok, Eko Mardiono, S.Ag., MSI., di ruang kerjanya menyampaikan, bahwa semua elemen masyarakat memang harus selalu menjaga nilai-nilai toleransi hidup beragama, baik toleransi ekstern antar umat beragama maupun intern sesama pemeluk agama.
Agama Islam pun yang merupakan agama yang dianut oleh mayoritas Warga Negara Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.
Misalnya, Allah SWT menegaskan bahwa, “Tidak ada paksaan dalam agama” (QS. al-Baqarah: 256), “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku” (QS. al-Kafirun: 6).
Bahkan, Allah SWT juga menegaskan bahwa Islam adalah rahmat bagi alam semesta. Allah SWT berfirman, “Tiadah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (QS. al-Ambiya’: 107).
Selain itu, Allah SWT juga memberi kebebasan kepada hamba-Nya, apakah akan beriman ataukah akan tidak beriman.
Secara diplomatis, Allah SWT menanyakan kepada hamba-Nya sebagaimana firman-Nya, “Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya, maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS. Yunus: 99).
Bahkan lebih daripada itu, sesama Muslim pun juga harus saling menghormati dan menghargai suatu pemahaman keagamaan.
Seorang Muslim tidak boleh merasa dirinya/golongannya paling benar dan menyalahkan pemahaman orang/golongan lain.
Perihal ini Allah SWT memberikan tuntunan, “Katakanlah, apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati.” (QS. al-Baqarah : 139).
Memang Allah SWT menciptakan umat manusia di muka bumi ini berbeda-beda, berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku.
Namun, hal itu supaya umat manusia saling mengenal, sebagaimana firman-Nya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.” (QS. al-Hujurat: 13).
Lantas, apa hikmahnya Allah SWT menciptakan umat manusia di muka bumi ini berbeda suku, bangsa, dan agama serta berbeda pemahaman keagamaan, padahal Allah sejatinya maha kuasa untuk menjadikan umat manusia ini satu umat saja?
Ternyata hikmahnya adalah supaya seluruh umat manusia di muka bumi ini saling berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.
Hal itu sebagaimana firman Allah SWT, “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS. al-Maidah : 48).
Semoga kita semua dan seluruh elemen masyarakat mampu menjaga dan menanamkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik antar pemeluk beda agama maupun sesama pemeluk seagama, demikian Eko Mardiono.
Baca Selengkapnya.........
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ranting Desa Caturtunggal Kecamatan Depok menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tahunan pada hari Sabtu, 16 Februari 2019, di Pendopo Puspadenta Balai Desa Caturtunggal.
Ketua IPHI Desa Caturtunggal, Drs. H. Suyuti Mustofa, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakor Tahunan ini merupakan media dan wahana untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2018 dan sekaligus untuk menyusun program kerja tahun 2019.
Selama tahun 2018 IPHI Desa Caturtunggal telah melaksanakan beberapa kegiatan di berbagai bidang.
Bidang Organisasi dan Humas, IPHI Desa Caturtunggal telah melaksanakan pembaharuan Pengurus IPHI Ranting Caturtunggal dengan kelengkapan kepengurusan IPHI di tingkat Padukuhan. Sekaligus memperbaharui data anggota IPHI dan memasukkan jamaah yang sudah beribadah umrah.
Bidang Sosial dan kesejahteraan Umat, IPHI Caturtunggal telah melaksanakan program pemberian bantuan sembako kepada para mustahiq sebagai perwujudan menjaga kemabruran ibadah haji.
Bidang Pendidikan dan Dakwah, IPHI Desa Caturtunggal juga telah menyelenggarakan pengajian-pengajian rutin yang tempatnya berpindah-pindah di padukuhan-padukuhan Desa Caturtunggal.
Pada tahun 2019 ini IPHI Desa Caturtunggal selain melaksanakan Pengajian Pascahaji, juga akan menyelenggarakan Pengajian Prahaji, baik bagi jamaah yang sudah mendaftar berangkat ibadah haji ataupun yang belum.
Di samping itu, IPHI Desa Caturtunggal juga akan mengadakan seragam IPHI berlogo "Haji Mabrur Sepanjang Hayat" bagi semua anggota. Seragam IPHI tersebut akan dipakai pada acara-acara IPHI, sehingga siar IPHI meningkat dan lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Sekretaris IPHI Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan IPHI Desa Caturtunggal yang berjalan rutin tersebut dan buku pelaporannya rapi dan terstruktur.
Kepala KUA Kecamatan Depok, Eko Mardiono, S.Ag., MSI., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kantor Urusan Agama Kecamatan Depok sangat mengapresiasi atas kinerja IPHI Desa Caturtunggal.
Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatannya merupakan implementasi visi dan misi IPHI. IPHI mempunyai visi “Meningkatnya implementasi haji mabrur di tengah-tengah masyarakat sehingga tercapai kondisi umat dan bangsa yang sejahtera lahir dan batin”.
Sedangkan misinya adalah “Memberdayakan para haji dalam melestarikan kemabruran hajinya dan menjadi teladan, panutan, dan pilar peningkatan kualitas umat dan bangsa Indonesia.”
IPHI mempunyai tugas untuk melaksanakan pembinaan, bimbingan, penyuluhan, dan penerangan kepada calon jamaah haji atau prahaji dan pasca haji. Jadi kegiatan-kegiatan IPHI Desa Caturtunggal merupakan implementasi dan realisasi visi, misi, tugas, dan fungsi IPHI.
Kepala Desa Caturtunggal, Agus Santoso, S.Psi., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Desa juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada IPHI Desa Caturtunggal yang telah ikut serta dalam pembangunan masyarakat Desa Caturtunggal.
Pemerintah Desa akan menfasilitasi kegiatan IPHI Desa Caturtunggal.
Di kompleks Kantor Pemerintah Desa Caturtunggal telah disediakan ruang untuk sekretariat Kantor IPHI Desa Caturtunggal beserta sarana dan prasaranya.
Kegiatan-kegiatan IPHI dapat disinkronkan dan disinergikan dengan kegiatan-kegiatan Seksi Pelayanan Pemerintah Desa Caturtunggal, terutama kegiatan non fisik, yakni kegiatan sosial keagamaan.
Para Dukuh pun di wilayahnya masing-masing dapat diberdayakan untuk kelancaran kegiatan-kegiatan IPHI.
Selamat untuk IPHI Desa Caturtunggal dalam mengimplementasikan kemabruran haji sepanjang hayat lewat berbagai kegiatan IPHI.
Baca Selengkapnya.........
Kantor Urusan Agama Kecamatan Depok Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Pembinaan Pranikah Bagi Calon Pengantin besok pada hari Selasa, 12 Februari 2019 bagi para Calon Pengantin. Kegiatan Pembinaan Pranikah ini diperuntukkan bagi 25 (dua puluh lima) pasang calon pengantin.
Eko Mardiono, S.Ag., MSI., Kepala KUA Kecamatan Depok, menyampaikan, kegiatan Pranikah bagi Calon Pengantin ini merupakan kegiatan lintas sektoral dan pengabdian masyarakat oleh lembaga pendidikan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Diharapkan, dengan kegiatan ini para calon pengantin mampu: Pertama: Mengetahui tentang Pola dan Gangguan Menstruasi serta Ketidaksuburan (Invertilasi); Kedua: Mempunyai pengetahuan tentang Perencanaan Kehamilan.
Ketiga: Mempunyai pengetahuan tentang gangguan menstruasi yang berhubungan dengan invertilasi (ketidaksuburan); dan Keempat: Mempunyai pengetahuan tentang metode pencegahan kehamilan secara alami.
Pada akhirnya dengan kegiatan ini dapat diketahui perihal Pengaruh Pendidikan Kesehatan bagi calon pengantin tentang pola menstruasi dengan Mobile Fertility Monitoring (MOMMI) terhadap pengetahuan tentang kelima hal di atas.
Lebih lanjut Eko Mardiono menyampaikan, para calon pengantin sebelum menerima pembelajaran tentang kesehatan reproduksi ini, terlebih dahulu akan mendapatkan pengetahuan tentang Penyiapan Generasi Berkualitas dan Keluarga Berencana dalam Perspektif Islam.
Materi tersebut diberikan kepada para calon pengantin dengan tujuan supaya para Calon Pengantin mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas dan konfrehensif tentang semua itu, baik dalam aspek Syariat Islam maupun aspek Medis Kesehatan.
Materi-materi yang berspektif Islam akan diberikan oleh Eko Mardiono, S.Ag., MSI., Penghulu Madya dan Kepala KUA Kecamatan Depok Kabupaten Sleman.
Adapun materi-materi tentang kesehatan dan keperawatan akan diberikan oleh Ika Parmawati, S.Kep., NS., M.Kep., dosen Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Demikian, semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya.........


